Ole Bola

Prediksi Skor AS Roma vs Sassuolo 7 November 2026

Author Image

admin

2 November 2026

AS Roma vs Sassuolo

Cahdeso.id – AS Roma akan menjamu Sassuolo pada pekan ke-11 Serie A 2026/2027 di Stadio Olimpico, Roma, Sabtu, 7 November 2026. Pertandingan AS Roma vs Sassuolo dijadwalkan berlangsung pukul 20.45 waktu setempat atau Minggu, 8 November 2026 pukul 02.45 WIB. Tuan rumah berusaha memanfaatkan dukungan publik Olimpico untuk mengamankan tiga poin, sementara Sassuolo datang dengan ambisi menghentikan tren hasil kurang memuaskan.

Pertemuan ini mempertemukan dua tim dengan situasi kompetisi yang berbeda. AS Roma tengah berupaya menjaga konsistensi dalam persaingan papan atas, sedangkan Sassuolo membutuhkan tambahan poin untuk memperbaiki posisinya di klasemen. Perbedaan performa tersebut membuat pertandingan berpotensi berjalan dengan dominasi tuan rumah, meskipun tim tamu tetap memiliki peluang memberikan perlawanan.

Di atas kertas, Roma mempunyai sejumlah keuntungan, terutama dari segi kualitas skuad, produktivitas serangan, dan faktor kandang. Namun, jadwal pertandingan yang berdekatan dengan agenda kompetisi Eropa juga bisa menjadi pertimbangan penting bagi pelatih Gian Piero Gasperini dalam menentukan komposisi pemain.

Informasi pertandingan AS Roma vs Sassuolo:

KeteranganDetail
PertandinganAS Roma vs Sassuolo
KompetisiSerie A 2026/2027
Pekan11
Hari, tanggalSabtu, 7 November 2026
Waktu Roma20.45 CET
Waktu Indonesia02.45 WIB, Minggu 8 November 2026
StadionStadio Olimpico
KotaRoma, Italia
Pelatih RomaGian Piero Gasperini
Pelatih SassuoloAlberto Aquilani

Jadwal tersebut tercantum dalam kalender resmi AS Roma dan informasi pertandingan Serie A. Perbedaan tanggal pada waktu Indonesia terjadi karena pertandingan berlangsung menjelang tengah malam di Eropa, sementara Indonesia berada enam jam lebih cepat dari Roma pada periode tersebut.

AS Roma Berada dalam Momentum Positif Jelang Menjamu Sassuolo

Roma mempunyai modal kuat menjelang pertandingan pekan ke-11 ini. Tim asuhan Gian Piero Gasperini menunjukkan produktivitas gol yang cukup tinggi dalam beberapa pertandingan terakhir, sekaligus memperlihatkan kemampuan menyerang melalui berbagai sektor.

Kemenangan 5-2 atas Udinese pada 31 Oktober 2026 menjadi gambaran terbaru kekuatan ofensif I Giallorossi. Dalam pertandingan tersebut, Roma mencetak empat gol pada babak pertama melalui Bryan Cristante, Rodrigo Mora, Donyell Malen, dan Evan Ndicka sebelum Daniele Ghilardi menutup kemenangan dengan gol pada masa tambahan waktu.

Hasil tersebut memperpanjang catatan positif Roma di kompetisi domestik. Sebelumnya, mereka juga mengalahkan Cagliari dengan skor 4-2 pada 27 Oktober setelah bermain imbang 3-3 melawan Napoli. Rangkaian hasil ini memperlihatkan bahwa lini depan Roma sedang berada dalam kondisi produktif.

Berdasarkan data klasemen setelah sepuluh pertandingan, Roma menempati peringkat ketiga dengan koleksi 24 poin. Mereka membukukan tujuh kemenangan, tiga hasil imbang, dan belum mengalami kekalahan di Serie A musim ini, dengan torehan 28 gol serta hanya sepuluh kali kebobolan.

Catatan tersebut menjadi alasan kuat mengapa Roma lebih diunggulkan dalam pertandingan kandang melawan Sassuolo. Selain memiliki pertahanan yang relatif solid, tim ibu kota Italia itu juga mampu menghasilkan gol dari pemain dengan karakter dan posisi berbeda.

Gasperini tentu ingin mempertahankan tren tersebut. Kemenangan atas Sassuolo akan membantu Roma menjaga tekanan terhadap tim-tim yang berada di atas mereka sekaligus memperkuat posisi dalam persaingan menuju zona Liga Champions.

Produktivitas Lini Depan Menjadi Senjata Utama Roma

Salah satu perkembangan menarik dari permainan Roma musim ini adalah kemampuan mereka membangun serangan dengan intensitas tinggi. Pendekatan Gasperini mengutamakan pergerakan tanpa bola, tekanan setelah kehilangan penguasaan, serta keberanian pemain untuk masuk ke area pertahanan lawan.

Donyell Malen menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan. Penyerang tersebut ikut menyumbangkan gol ketika Roma mengalahkan Udinese dan memiliki potensi menjadi ancaman utama bagi barisan belakang Sassuolo.

Di samping Malen, Rodrigo Mora juga memberikan opsi serangan yang menarik. Kemampuannya bergerak di antara lini tengah dan pertahanan lawan dapat membantu Roma menciptakan ruang bagi pemain lain, terutama ketika menghadapi tim yang memilih bertahan lebih dalam.

Roma juga mempunyai kontribusi dari pemain tengah dan bek dalam urusan mencetak gol. Gol Cristante, Ndicka, serta Ghilardi ketika menghadapi Udinese memperlihatkan bahwa ancaman tuan rumah tidak hanya berasal dari penyerang utama.

Situasi ini bisa menyulitkan Sassuolo dalam menentukan pemain yang harus mendapatkan pengawalan khusus. Jika terlalu fokus menutup ruang Malen, pemain lain berpeluang memanfaatkan celah di sekitar kotak penalti.

Sassuolo Datang dengan Catatan Hasil yang Mengkhawatirkan

Kondisi Sassuolo tidak sebaik calon lawannya. Kekalahan 2-4 dari Fiorentina pada 2 November 2026 memperpanjang periode sulit yang sedang dialami tim besutan Alberto Aquilani tersebut.

Dalam pertandingan di MAPEI Stadium, Sassuolo sebenarnya sempat memperlihatkan kemampuan untuk memberikan perlawanan. Armand Laurienté mencetak dua gol pada menit ke-25 dan ke-65, tetapi kontribusi tersebut tidak cukup untuk menghindarkan Neroverdi dari kekalahan.

Fiorentina mencetak empat gol melalui Mateo Pellegrino, Alieu Njie, Franco Mastantuono, dan Víctor Valdepeñas. Hasil akhir 2-4 memperlihatkan persoalan Sassuolo dalam mempertahankan organisasi pertahanan ketika menghadapi tekanan lawan.

Kekalahan itu juga menjadi hasil negatif keempat secara beruntun bagi Sassuolo. Sebelumnya, mereka takluk 0-2 dari Como, kalah 2-4 ketika bertandang ke markas Frosinone, serta bermain imbang 1-1 melawan AC Milan.

Rangkaian hasil tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi Aquilani. Menghadapi Roma yang sedang produktif, Sassuolo harus memperbaiki koordinasi lini belakang sekaligus meningkatkan efektivitas ketika mendapatkan peluang menyerang.

Armand Laurienté Masih Menjadi Ancaman Sassuolo

Di tengah situasi tim yang kurang ideal, Armand Laurienté tetap menjadi pemain yang dapat memberikan perbedaan. Dua golnya ke gawang Fiorentina menunjukkan bahwa pemain tersebut masih mempunyai kemampuan menciptakan ancaman melalui kecepatan, pergerakan dari sisi lapangan, dan penyelesaian akhir.

Laurienté bisa menjadi salah satu tumpuan Sassuolo ketika menghadapi Roma. Apabila mendapatkan ruang di sisi sayap, ia berpotensi memaksa bek tuan rumah bekerja lebih keras untuk mengantisipasi penetrasi dan umpan silang.

Selain Laurienté, Domenico Berardi juga merupakan nama penting dalam komposisi serangan Sassuolo. Pengalaman dan kreativitasnya dapat membantu tim keluar dari tekanan, terutama ketika Roma menerapkan pressing tinggi sejak area permainan lawan.

Namun, Sassuolo membutuhkan kontribusi kolektif. Mengandalkan kemampuan individu tanpa dukungan pergerakan pemain lain akan membuat serangan mereka lebih mudah dibaca oleh barisan pertahanan Roma.

Aquilani perlu memastikan jarak antarlini tetap terjaga. Jika lini tengah terlalu mudah kehilangan penguasaan bola, Roma bisa memanfaatkan situasi tersebut untuk melancarkan serangan cepat sebelum pertahanan Sassuolo kembali ke posisi semula.

Analisis Kekuatan AS Roma vs Sassuolo

Pertandingan ini diperkirakan memperlihatkan perbedaan pendekatan permainan. Roma kemungkinan mengambil inisiatif menyerang sejak menit awal, sedangkan Sassuolo perlu mengatur keseimbangan antara bertahan dan mencari kesempatan melalui serangan balik.

Keunggulan Roma tidak hanya terlihat dari hasil pertandingan terakhir. Statistik sepuluh pertandingan Serie A juga memperlihatkan perbedaan produktivitas yang cukup jelas antara kedua tim.

Roma telah mencetak 28 gol dan kebobolan sepuluh kali. Sementara itu, Sassuolo mencatatkan 14 gol dan telah kemasukan 22 gol dalam sembilan pertandingan sebelum menghadapi Fiorentina, sehingga persoalan defensif menjadi salah satu aspek yang harus segera diperbaiki.

1. Dominasi Penguasaan Bola Roma

Roma berpotensi menguasai jalannya pertandingan dengan memaksimalkan kualitas pemain tengah. Gasperini biasanya menginginkan timnya bergerak agresif, baik ketika menguasai bola maupun saat melakukan tekanan terhadap lawan.

Pendekatan tersebut dapat membuat Sassuolo kesulitan mengembangkan permainan. Jika Roma berhasil memutus distribusi bola dari lini tengah, tim tamu mungkin akan lebih sering kehilangan penguasaan dan terpaksa bertahan di wilayah sendiri.

Akan tetapi, dominasi bola saja tidak menjamin kemenangan. Roma tetap harus menjaga akurasi operan terakhir agar penguasaan tersebut bisa menghasilkan peluang konkret.

2. Transisi Cepat Bisa Menjadi Solusi Sassuolo

Sassuolo kemungkinan tidak akan bermain terlalu terbuka sejak awal. Menghadapi tim dengan produktivitas serangan seperti Roma, Aquilani perlu mempertimbangkan pendekatan yang lebih berhati-hati.

Serangan balik bisa menjadi salah satu pilihan. Kecepatan Laurienté dan kemampuan Berardi dalam membaca ruang berpotensi memberikan ancaman apabila Roma terlalu banyak mengirim pemain ke depan.

Namun, strategi tersebut membutuhkan ketepatan dalam melepaskan umpan pertama setelah merebut bola. Jika Sassuolo terlalu lambat melakukan transisi, Roma akan memiliki cukup waktu untuk mengembalikan struktur pertahanan.

3. Pertarungan di Area Kotak Penalti

Aspek lain yang patut diperhatikan adalah duel di sekitar kotak penalti. Roma mempunyai sejumlah pemain yang dapat menciptakan peluang melalui kombinasi operan pendek, pergerakan diagonal, maupun situasi bola mati.

Sassuolo harus menghindari kesalahan dalam menjaga pemain lawan. Kekalahan dari Fiorentina memperlihatkan bahwa lini belakang mereka masih bisa ditembus ketika menghadapi serangan yang datang secara bergantian.

Jika Roma mampu mencetak gol lebih awal, pertandingan kemungkinan semakin menguntungkan tuan rumah. Sassuolo akan dipaksa keluar dari pendekatan defensif dan membuka lebih banyak ruang bagi pemain depan Roma.

Kondisi Pemain dan Prediksi Susunan Pemain

Ketersediaan pemain menjadi faktor yang perlu diperhatikan sebelum menentukan prediksi akhir pertandingan. Kedua pelatih masih harus mempertimbangkan kondisi fisik sejumlah pemain, terutama setelah menjalani rangkaian pertandingan yang cukup padat.

Di kubu Roma, Mile Svilar diperkirakan belum bisa kembali mengawal gawang. Kiper utama tersebut mengalami cedera berupa retakan pada jari kaki kelima dan diperkirakan baru kembali setelah jeda internasional November. Pierluigi Gollini berpeluang kembali dipercaya mengisi posisi penjaga gawang utama.

Paulo Dybala dan Manu Koné menjadi dua pemain yang menarik untuk dipantau. Keduanya memiliki peluang untuk kembali memperkuat Roma ketika menghadapi Sassuolo, meskipun keputusan akhir bergantung pada perkembangan kondisi fisik dan hasil evaluasi tim medis.

Sementara itu, Lorenzo Pellegrini masih harus menjalani proses pemulihan cedera paha yang cukup serius. Laporan medis yang dipublikasikan menjelang pertandingan sebelumnya memperkirakan sang gelandang membutuhkan waktu lebih panjang untuk kembali bermain.

Di sisi lain, Sassuolo mempunyai persoalan tersendiri. Fedde Leysen mengalami cedera ligamen lutut yang diperkirakan membuatnya absen hingga 2027, sedangkan Ismaël Koné juga mengalami cedera serius pada bagian kaki.

Kondisi tersebut bisa memengaruhi kedalaman skuad Aquilani. Namun, susunan pemain resmi kedua tim baru dapat dipastikan mendekati waktu pertandingan, sehingga prediksi berikut masih dapat berubah mengikuti perkembangan terakhir.

Prediksi Starting XI AS Roma

Gasperini diperkirakan tetap menggunakan pendekatan tiga bek yang menjadi salah satu ciri permainan timnya. Formasi 3-4-2-1 bisa menjadi pilihan untuk menjaga keseimbangan antara tekanan ofensif dan perlindungan terhadap lini pertahanan.

Perkiraan susunan pemain Roma:

  • Kiper: Pierluigi Gollini.
  • Bek: Gianluca Mancini, Evan Ndicka, Mario Hermoso.
  • Gelandang: Zeki Çelik, Bryan Cristante, Niccolò Pisilli, Angeliño.
  • Gelandang serang: Matías Soulé, Rodrigo Mora.
  • Penyerang: Donyell Malen.

Komposisi tersebut merupakan proyeksi berdasarkan kebutuhan taktik dan pemain yang tersedia, bukan susunan resmi. Kehadiran Dybala atau Koné, apabila dinyatakan siap bermain, dapat mengubah pilihan Gasperini di lini tengah maupun sektor serang.

Roma membutuhkan pemain yang mampu menjaga sirkulasi bola sekaligus memberikan tekanan ketika Sassuolo mencoba membangun serangan dari belakang. Kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi tuan rumah.

Prediksi Starting XI Sassuolo

Sassuolo kemungkinan mempertahankan formasi 4-3-3 atau menyesuaikannya menjadi 4-2-3-1 ketika menghadapi tekanan Roma. Aquilani membutuhkan struktur pertahanan yang disiplin agar timnya tidak memberikan terlalu banyak ruang kepada pemain kreatif tuan rumah.

Perkiraan susunan pemain Sassuolo:

  • Kiper: Stefano Turati.
  • Bek: Josh Doig, Jay Idzes, Sebastian Walukiewicz, Fali Candé.
  • Gelandang: Nemanja Matić, Ibrahim Sulemana, Vasilije Adžić.
  • Penyerang: Domenico Berardi, Sebastiano Esposito, Armand Laurienté.

Susunan tersebut juga masih bersifat sementara dan perlu disesuaikan dengan perkembangan kondisi pemain. Aquilani mungkin akan mengubah komposisi lini tengah untuk memperkuat perlindungan terhadap area di depan kotak penalti.

Berardi dan Laurienté diperkirakan menjadi dua pemain yang memiliki peran penting dalam membangun serangan. Keduanya diharapkan mampu memanfaatkan setiap kesempatan untuk menyerang ruang kosong di belakang barisan pertahanan Roma.

Rekor Head to Head AS Roma vs Sassuolo

ROME, ITALY – OCTOBER 23: Paulo Dybala of AS Roma runs with the ball during the UEFA Europa League 2025/26 League Phase MD3 match between AS Roma and FC Viktoria Plzen at Stadio Olimpico on October 23, 2025 in Rome, Italy. (Photo by Paolo Bruno/Getty Images)

Catatan pertemuan kedua klub di Serie A memperlihatkan bahwa Roma mempunyai keunggulan, meskipun Sassuolo pernah memberikan kejutan. Berdasarkan data pertemuan yang tercatat di kompetisi tersebut, Roma membukukan tiga kemenangan, Sassuolo satu kemenangan, dan dua pertandingan lainnya berakhir imbang dalam rangkuman enam pertemuan yang ditampilkan.

Salah satu pertandingan yang masih cukup relevan adalah pertemuan pada 17 Maret 2024. Ketika itu, Roma berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Sassuolo.

Pada pertemuan 3 Desember 2023, Roma juga berhasil membawa pulang kemenangan 2-1 dari markas Sassuolo. Hasil tersebut memperlihatkan kemampuan I Giallorossi untuk mendapatkan hasil positif meskipun harus bermain di kandang lawan.

Namun, Sassuolo pernah membuktikan bahwa mereka bisa menyulitkan Roma. Pada 12 Maret 2023, Neroverdi berhasil menang 4-3 dalam pertandingan yang berlangsung dengan intensitas tinggi.

Catatan historis tersebut menunjukkan bahwa Roma memang lebih unggul, tetapi Sassuolo bukan lawan yang bisa dianggap mudah. Pertandingan mendatang juga mempunyai karakteristik tersendiri karena kedua tim memasuki laga dengan kondisi performa yang cukup berbeda.

Untuk pertandingan 7 November, keunggulan rekor pertemuan, performa terkini, dan dukungan suporter menjadi beberapa faktor yang mendukung Roma. Meski begitu, hasil pertandingan tetap ditentukan oleh performa aktual para pemain selama 90 menit.

Faktor Jadwal dan Pengaruh Pertandingan Eropa

Satu hal yang tidak boleh diabaikan dalam prediksi AS Roma vs Sassuolo adalah jadwal pertandingan Roma di kompetisi Eropa. Sebelum menjamu Sassuolo, tim asuhan Gasperini dijadwalkan menghadapi Manchester United di Old Trafford pada Selasa, 3 November 2026.

Pertandingan tersebut berlangsung hanya empat hari sebelum laga melawan Sassuolo. Artinya, Roma mempunyai waktu pemulihan yang relatif singkat, terutama bagi pemain yang mendapatkan menit bermain tinggi di Inggris.

Gasperini perlu mengelola kebugaran skuad secara cermat. Rotasi pemain bisa menjadi pilihan untuk menghindari kelelahan, khususnya pada sektor tengah dan lini serang yang membutuhkan intensitas pergerakan tinggi.

Situasi ini juga membuka peluang bagi pemain pelapis untuk mendapatkan kesempatan tampil sejak menit pertama. Kedalaman skuad akan menjadi faktor penting apabila Roma harus membagi konsentrasi antara kompetisi Eropa dan Serie A.

Bagi Sassuolo, kondisi tersebut bisa dimanfaatkan untuk memberikan tekanan sejak awal. Tim tamu berpeluang mendapatkan keuntungan apabila Roma menurunkan beberapa pemain yang tidak berada dalam kondisi fisik terbaik.

Meski demikian, kualitas skuad dan keuntungan bermain di Stadio Olimpico tetap membuat Roma memiliki posisi lebih baik. Gasperini kemungkinan tidak akan mengubah pendekatan permainan secara drastis hanya karena jadwal yang berdekatan.

Prediksi Jalannya Pertandingan AS Roma vs Sassuolo

Sejak peluit pertama dibunyikan, Roma diperkirakan langsung mengambil inisiatif permainan. Dukungan suporter di Stadio Olimpico bisa membantu tuan rumah tampil lebih percaya diri dalam membangun serangan dan menekan pertahanan Sassuolo.

Roma kemungkinan berusaha mencetak gol secepat mungkin untuk mengendalikan jalannya pertandingan. Kombinasi pergerakan Malen, Soulé, dan Rodrigo Mora dapat menjadi salah satu cara untuk membongkar pertahanan tim tamu.

Sassuolo diperkirakan lebih banyak mengandalkan serangan balik. Mereka kemungkinan menunggu kesempatan ketika Roma kehilangan penguasaan bola, kemudian mencoba mengirimkan umpan cepat menuju Laurienté atau Berardi.

Pada babak pertama, Roma mempunyai peluang lebih besar untuk menguasai pertandingan. Namun, Sassuolo tetap berpotensi menciptakan ancaman apabila mampu memanfaatkan ruang di sisi pertahanan tuan rumah.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan kemungkinan meningkat. Apabila Roma sudah unggul, Gasperini bisa mengatur tempo permainan sambil mempertahankan tekanan terhadap lawan.

Sassuolo perlu mengambil risiko apabila masih tertinggal. Situasi tersebut justru berpotensi memberikan ruang lebih luas kepada pemain depan Roma untuk melancarkan serangan lanjutan.

Hal yang paling menentukan adalah efektivitas penyelesaian akhir. Roma mempunyai modal produktivitas yang lebih baik, sedangkan Sassuolo harus memperbaiki koordinasi pertahanan setelah kebobolan empat gol dalam pertandingan terakhir melawan Fiorentina.

Prediksi Skor AS Roma vs Sassuolo 7 November 2026

Melihat perbandingan performa, kualitas pemain, produktivitas gol, dan keuntungan bermain di kandang, Roma lebih layak diunggulkan untuk memenangkan pertandingan ini.

Roma sudah mengoleksi 28 gol dalam sepuluh pertandingan Serie A. Angka tersebut menunjukkan bahwa lini serang mereka mempunyai kemampuan menciptakan peluang sekaligus mengonversinya menjadi gol secara konsisten.

Sebaliknya, Sassuolo sudah kebobolan 26 gol setelah menjalani sepuluh pertandingan. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa pertahanan mereka masih membutuhkan perbaikan, terutama ketika menghadapi lawan dengan intensitas serangan tinggi.

Kekalahan beruntun juga berpotensi memengaruhi kepercayaan diri pemain Sassuolo. Menghadapi Roma yang belum terkalahkan di Serie A tentu menjadi ujian berat bagi Aquilani dan anak asuhnya.

Meski demikian, Roma tetap harus berhati-hati terhadap kemampuan individu Laurienté dan Berardi. Kedua pemain tersebut bisa menciptakan peluang berbahaya apabila mendapatkan ruang yang cukup di area pertahanan tuan rumah.

Dari sisi taktik, Roma diperkirakan mampu mengendalikan sebagian besar jalannya pertandingan. Keunggulan kualitas lini tengah serta variasi serangan membuat mereka mempunyai peluang lebih besar untuk mencetak lebih dari satu gol.

Prediksi skor 3-1 untuk kemenangan Roma menjadi pilihan yang cukup masuk akal berdasarkan kondisi kedua tim hingga 3 November 2026. Namun, hasil akhir tetap bergantung pada kesiapan pemain, strategi pelatih, dan perkembangan pertandingan di lapangan.

Leave a Comment